Istilah euforia merupakan sebuah kata serapan dari bahasa Inggris "euphoria". Secara etimologi "euphoria" berasal dari kata "euphoros" dalam bahasa Yunani yang berarti 'sehat', atau 'keadaan yang secara fisik dihayati sebagai sesuatu yang menyenangkan' atau 'keadaan emosi gembira yang berlebihan'. Dalam pengalamannya, seragam seringkali menawarkan euforia dalam takaran yang berbeda-beda. Saya masih ingat ketika pertama kali mengenakan seragam putih abu-abu yang saat itu terlihat (dan memang) kebesaran - karena ada hukum tidak tertulis untuk membeli seragam baru satu size lebih besar demi masa pakai yang lebih lama - sambil berjalan (merasa) bangga dengan balutannya. Banyak hal ditawarkannya mulai dari teman baru, uang jajan yang lebih banyak, kebebasan lebih (saat itu memang saya berharap banyak) sampai 'warna-warni' masa SMA yang katanya masa-masa paling indah. Dalam sudut pandang yang lain, seragam menggambarkan sebuah kesetaraan si pemakainya. Selama kita memakai seragam yang sama, selama itu pula lah kita 'sama'.
Memasuki masa kuliah, pemakaian seragam sudah tidak lagi berlaku. Kebebasan ditawarkan kepada masing-masing individu untuk membentuk dirinya sesuai apa yang dia sukai. Umumnya celana jeans dan kaos jadi seragam favorit bagi mahasiswa/i. Namun dalam sebuah pertandingan sepakbola yang pernah saya ikuti saat kuliah, seragam (jersey) yang dipakai haruslah sama. Dan di saat seperti itu, lagi-lagi seragam menawarkan euforianya. Eksistensi, kemenangan, dan kemudian juara. Tapi euforia tetaplah euforia semata, ia tidak pernah menetap lama dan memuaskan kami (si penikmat) secara terus-menerus. Ia datang untuk kemudian pergi dalam rentang waktu tertentu.
Waktu terus berjalan dan jersey itu kami simpan rapi di dalam almari, persis seperti dunia yang seakan menyimpan euforia yang dulu seringkali muncul. Tidak lagi kami temukan tawaran eksistensi, kemenangan dan juara yang dulu kami cari-cari. Tapi siapa yang tahu rencana waktu? Lewat seragam lain kami dipertemukan kembali dengan si penikmat-penikmat itu, kali ini dengan balutan dan momen yang jauh berbeda dibandingkan saat kami mengenakan jersey waktu itu.
Kami tahu persis euforia yang ditawarkan kali itu paling lama berlangsung dua sampai tiga hari saja, tapi siapa yang peduli? Kami tidak pernah berpikir dan menghitung kapan ia akan datang dan pergi lagi, kami hanya ingin menikmatinya saja. Untuk seragam lain yang akan datang nantinya, kami siap menikmatimu euforia!!!




