Saya sangat sadar kalian tidak terlalu istimewa, boro-boro menawarkan permainan cantik di lapangan, mendapatkan tiket pertandingan kalian saja butuh kesabaran ekstra, keberuntungan, dan hati yang lapang. Tidak jauh beda bukan dengan kebutuhan para tim di liga nasional kita?
Bagi saya, mendapatkan tiket pertandingan semifinal Leg I Pialal AFF 2016 meniadi pelipur lara yang sepadan setelah beberapa pekan yang lalu gagal mendapatkan tiket konser band Coldplay yang ramai diperbincangkan di dunia maya. Setelah 2 hari berturut-turut datang lebih pagi ke kantor demi koneksi internet yang lebih cepat dan stabil, akhirnya saya bisa mendapatkan tiket tersebut.
Keberuntungan pertama saya peroleh ketika melakukan pembayaran dengan kartu kredit, alih-alih hanya mendapatkan 8 tiket (maksimum pembelian setiap user) saya justru mendapatkan 16 tiket! Entah sistemnya yang error atau memang semesta sedang memihak kepada saya. WOW, 16 tiket! Tak kalah dengan para calo.
Keberuntungan pertama saya peroleh ketika melakukan pembayaran dengan kartu kredit, alih-alih hanya mendapatkan 8 tiket (maksimum pembelian setiap user) saya justru mendapatkan 16 tiket! Entah sistemnya yang error atau memang semesta sedang memihak kepada saya. WOW, 16 tiket! Tak kalah dengan para calo.
Sabtu sore saya berangkat agak terlambat dari jadwal yang sudah direncanakan, jam tiga lewat tiga puluh menit saya baru berangkat dari rumah di daerah Pesanggrahan Jakarta Selatan. Saya berkendara di atas mobil bersama dengan satu teman setelah satu teman yang lainnya terpaksa kami tinggalkan karena dia terlambat. Setelah berkendara hampir 2 jam lamanya akhirnya kami keluar dari pintu tol Sirkuit Sentul, info dari beberapa teman yang sudah sampai lebih dahulu di lokasi mengatakan bahwa jalan masuk ke Stadion Pakansari sudah ditutup. Selain itu lahan parkir kendaraan di area sekitar sangat sulit didapat karena tingginya animo masyarakat yang berdatangan sejak pagi hari membuat rumah warga, mall, bahkan bahu jalan dijadikan tempat parkir dadakan. Merasa kehausan setelah perjalanan yang cukup jauh kami mampir ke Indomart untuk membeli minuman, tak disangka ada lahan kosong disana. Tanpa pikir panjang kami langsung memarkirkan mobil disitu. Keberuntungan kedua.
Rumor yang beredar ternyata benar, jalan masuk ke stadion cukup jauh ditempuh dengan berjalan kaki. Dua kilometer lebih kami berdua berjalan sambil setengah berlari ditemani banyak orang disepanjang jalan. Dari kejauhan mereka semua terlihat mirip, berbaju merah dengan lambang yang khas di dada kiri. Burung Garuda, lambang negara yang sebentar lagi kami perjuangkan. Sampai di pintu masuk area stadion drama dimulai, pintu masuk yang tidak jelas, ketiadaan panitia ataupun papan penunjuk arah bagi suporter yang hendak masuk ke stadion hingga pintu masuk tribun yang hanya dibuka sebagian. Hal ini membuat antrian mengular di pintu masuk tribun walaupun pertandingan sudah berjalan sekitar 15 menit. Kami hanya bisa merayakan gol pertama dari luar setelah teriakan suporter menggema dari dalam. Belakangan saya tahu Hansamu Yama mencetak gol lewat sundulan di menit ke-7.
Rumor yang beredar ternyata benar, jalan masuk ke stadion cukup jauh ditempuh dengan berjalan kaki. Dua kilometer lebih kami berdua berjalan sambil setengah berlari ditemani banyak orang disepanjang jalan. Dari kejauhan mereka semua terlihat mirip, berbaju merah dengan lambang yang khas di dada kiri. Burung Garuda, lambang negara yang sebentar lagi kami perjuangkan. Sampai di pintu masuk area stadion drama dimulai, pintu masuk yang tidak jelas, ketiadaan panitia ataupun papan penunjuk arah bagi suporter yang hendak masuk ke stadion hingga pintu masuk tribun yang hanya dibuka sebagian. Hal ini membuat antrian mengular di pintu masuk tribun walaupun pertandingan sudah berjalan sekitar 15 menit. Kami hanya bisa merayakan gol pertama dari luar setelah teriakan suporter menggema dari dalam. Belakangan saya tahu Hansamu Yama mencetak gol lewat sundulan di menit ke-7.
Saya masih tersadar malam itu, kalian tidak mempertontonkan permainan cantik di lapangan. Memang dari awal sudah bisa ditebak, jangankan berharap melihat permainan tiki-taka ala Barcelona ataupun pressing ketat ala Liverpool. Melihat operan bola menggelinding sempurna di atas lapangan saja hampir mustahil karena kondisi lapangan yang kurang baik. Tapi bagi saya dan mungkin bagi sebagian suporter lainnya, datang dan menonton langsung timnas Indonesia bermain membuat saya menjadi Indonesia se-Indonesianya. Berteriak, bernyanyi, duduk tenang kemudian melompat, memasang muka kecewa, menaruh tangan di kepala hingga membuat ombak bersama puluhan ribu orang lain dalam balutan baju dengan warna yang sama mengajarkan saya bagaimana menjadi Indonesia. Dukunglah Indonesia dengan segala keterbatasannya yang menjengkelkan, cintailah dia sepenuh hati. Malam itu di GOR Pakansari saya menjadi Indonesia.
Note: Hari sabtu 17 Desember nanti, berteriak dan bernyanyilah sekeras mungkin bagi mereka. Di tribun stadion, di kamar kost, di pinggir jalan, di warung indomie, di ruang keluarga, dan dimana pun kalian berada, jadilah Indonesia walaupun hanya di malam itu.








