"Namaku Zlatan Ibrahimovic
Ke manapun aku pergi, orang-orang pasti mengenaliku
memanggil namaku, mengelu-elukan diriku
Ke manapun aku pergi, orang-orang pasti mengenaliku
memanggil namaku, mengelu-elukan diriku
Tapi ada banyak nama yang tak pernah dipedulikan orang untuk diingat
Carmen, Rahma, Antoine, Lida, Siatta, Mariko ....
Kalau aku bisa, aku akan menulis semua nama itu di badanku
Tapi saat ini ada 805 juta orang yang menderita karena kelaparan dari seluruh dunia
Begitu banyak dari mereka masih anak-anak
Mereka terkapar oleh peperangan, bencana alam, kemiskinan yang teramat sangat
Aku punya banyak pendukung di kolong jagat raya ini
Mulai hari ini aku menginginkan dukungan ini diperuntukkan kepada mereka yang sangat memerlukannya
Jadi, setiap kali kamu mendengar namaku, kamu akan memikirkan nama-nama mereka
Setiap kali kamu melihatku, kamu akan melihat mereka."
"Di hari Sabtu (14/02/2015) melawan Caen saat aku membuka baju, orang-orang bertanya apa arti tato-tato baruku. Ada 50 tato sementara yang dirajah ke tubuhku. Itu merupakan nama-nama seseorang yang nyata, yang menderita kelaparan di dunia," kata Ibra di laman web situs resmi PSG."Saat ini tatonya sudah hilang, tapi orang-orang itu masih ada di luar sana. Total ada 805 juta orang yang menderita kelaparan di penjuru dunia. Aku ingin kalian melihat mereka, melalui diriku, untuk membantu World Food Programme (PBB).
"Inilah kali pertama aku bertindak secara publik dengan sebuah kegiatan amal. Jika kami mampu membuat para pemimpin dunia ikut memperhatikan hal ini, aku yakin bersama-sama kita bisa menuntaskan masalah kelaparan di dunia," tegasnya.
Terlepas dari sikap arogannya di dalam dan di luar lapangan, Ibra masih memiliki sisi humanisnya.
#Zlatan Ibrahimovic
Setelah membuat sebuah rekor baru di akhir pekan, kiper Juventus Gianluigi Buffon langsung menorehkan sebuah surat terbuka nan menyentuh. Buat siapa? Kiper veteran berusia 38 tahun tersebut kini tercatat sebagai penjaga gawang dengan clean sheet terpanjang di Serie A. Buffon membukukan rekor itu dalam kemenangan Juve atas Torino pada akhir pekan. Dalam pertandingan tersebut, Buffon resmi mengawal gawangnya tidak kebobolan selama 973 menit yang menjadi rekor baru Serie A melewati 929 menit clean sheet dari Sebastiano Rossi.
Setelah memecahkan rekor tersebut, salah satu yang dilakukan Buffon
adalah menuliskan untaian kata bak surat cinta. Ia menujukannya untuk
gawang yang selama ini setia ia jaga. Berikut tuturan Buffon seperti
dikutip Telegraph:
"Usiaku 12 ketika aku mulai
memalingkan wajahku darimu, melupakan masa lalu demi memberimu jaminan
di masa depan. Aku sudah bertindak menurut kata hati. Aku telah
bertindak dengan naluri. Tapi di hari ketika aku berhenti menatapmu juga
menjadi hari aku mulai mencintaimu.
Untuk melindungimu,
demi menjadi pelindungmu yang pertama dan terakhir, aku sudah berjanji
pada diri sendiri agar tidak lagi sering-sering melihat wajahmu. Atau
aku akan melakukannya sejarang mungkin. Setiap kali melihatmu rasanya
menyakitkan; membalikkan tubuhku dan menyadari bahwa aku sudah
mengecewakanmu. Lagi. Dan lagi.
Kita selalu berada pada
dua titik berbeda tapi kita saling melengkapi, seperti mentari dan
rembulan. Terpaksa hidup berdampingan tanpa bisa saling lama-lama
bersentuhan. Lebih dari 25 tahun lalu aku sudah membuat ikrar; aku
bersumpah melindungimu. Menjagamu. Menjadi perisai dari seluruh musuhmu.
Aku selalu memikirkan kepentinganmu, meletakkannya di atas
kepentinganku sendiri.
Usiaku 12 ketika aku mulai memunggungi gawang. Dan aku akan terus melakukannya selama kaki, kepala, dan hatiku masih mampu."
#Gianluigi Buffon
Usai mencetak gol, gelandang 23 tahun itu langsung berlari ke arah tribun penonton, melompati pagar pembatas, lalu menaiki anak tangga untuk menuju ke salah satu deretan kursi. Florenzi lantas menghampiri dan memeluk seorang perempuan paruh baya, yang ternyata adalah neneknya. Perempuan 82 tahun itu tampak cukup terharu, apalagi itulah kali pertama ia datang ke stadion.#Florenzi
![]() |
| Photo by: George Salpigtidis |
Chile mengalahkan Australia 3-1. Namun, momen terbaik justru terjadi
sebelum laga dimulai. Saat para pemain kedua tim keluar bersama
anak-anak maskot dan berbaris untuk mendengarkan lagu kebangsaan,
gelandang Australia Mark Bresciano menyadari bahwa sebelah sepatu anak
maskotnya tidak terikat. Anak laki-laki itu ditopang dengan tongkat
penyangga. Lalu Bresciano membantunya, dia berlutut kemudian mengikatkan
tali sepatu anak tersebut.
#Mark Bresciano
"Terima kasih semuanya. Kalian tidak tahu bagaimana emosionalnya saya
sekarang ini. Untuk mengatakan Anda semua fantastis tidak cukup. Saya
ingin berterima kasih kepada semua yang telah dekat dengan saya setiap
saat," kata Zanetti bergelinang air mata seperti dilansir Football Italia.
"Satu-satunya
keinginan saya adalah membela dan menghormati jersey Inter di manapun
di seluruh dunia ini. Saya belajar untuk menyukainya dan saya meminta
Anda untuk mencintai klub ini. Sama seperti saya yang akan mencintai
Inter selamanya."
"Saya ingin berterima kasih kepada istri saya
Paula dan keluarga saya yang luar biasa. Kami semua bangkit
bersama-sama. Ayah saya, yang berada di depan televisi di Argentina
sekarang dan tidak ingin datang ke sini."
"Saya berterima kasih
kepada ibu saya di Surga yang tentu bahagia karena saya sekarang. Saya
berterima kasih kepada keluarga Moratti, yang selama bertahun-tahun ini
telah menunjukkan kepercayan kepada saya."
"Saya berterima kasih kepada Presiden Thohir , yang memungkinkan saya untuk terus dalam keluarga Inter. Ini selalu mimpi saya."
"Saya
berterima kasih kepada seluruh rekan satu tim saya yang fantastis
sepanjang musim yang kami lalui setiap tahun. Merekamenunjukkan begitu
banyak rasa hormat dan kasih sayang."
"Saya senang untuk karier
yang indah ini memakai jersey ini yang benar-benar saya cintai. Sekarang
saya harus melakukan sesuatu yang lain. Saya tidak tahu apakah saya
akan melakukannya dengan baik. Tetapi saya bisa mengatakan bahwa saya
akan membela Inter, seperti cara saya membelanya di lapangan."
"Terima kasih karena telah mencintaiku. Saya benar-benar mencintai kalian."
#Javier Zanetti
"Ketika kamu (berbicara tentang pemain MU) pulang ke ibumu, kamu harus memastikan bahwa ibumu bertemu dengan anak yang sama yang ia kirim padaku. Ketenaran dan tenar tak boleh mengubahmu, karena itu akan membuat ibumu kecewa."
#Sir Alex Ferguson






Tidak ada komentar:
Posting Komentar