Kamis, 12 Mei 2016

Sepakbola dan Cara Mereka Mencintainya (2)


"Namaku Zlatan Ibrahimovic
Ke manapun aku pergi, orang-orang pasti mengenaliku
memanggil namaku, mengelu-elukan diriku

Tapi ada banyak nama yang tak pernah dipedulikan orang untuk diingat
Carmen, Rahma, Antoine, Lida, Siatta, Mariko ....

Kalau aku bisa, aku akan menulis semua nama itu di badanku
Tapi saat ini ada 805 juta orang yang menderita karena kelaparan dari seluruh dunia
Begitu banyak dari mereka masih anak-anak
Mereka terkapar oleh peperangan, bencana alam, kemiskinan yang teramat sangat

Aku punya banyak pendukung di kolong jagat raya ini
Mulai hari ini aku menginginkan dukungan ini diperuntukkan kepada mereka yang sangat memerlukannya

Jadi, setiap kali kamu mendengar namaku, kamu akan memikirkan nama-nama mereka
Setiap kali kamu melihatku, kamu akan melihat mereka."



"Di hari Sabtu (14/02/2015) melawan Caen saat aku membuka baju, orang-orang bertanya apa arti tato-tato baruku. Ada 50 tato sementara yang dirajah ke tubuhku. Itu merupakan nama-nama seseorang yang nyata, yang menderita kelaparan di dunia," kata Ibra di laman web situs resmi PSG.
"Saat ini tatonya sudah hilang, tapi orang-orang itu masih ada di luar sana. Total ada 805 juta orang yang menderita kelaparan di penjuru dunia. Aku ingin kalian melihat mereka, melalui diriku, untuk membantu World Food Programme (PBB).
"Inilah kali pertama aku bertindak secara publik dengan sebuah kegiatan amal. Jika kami mampu membuat para pemimpin dunia ikut memperhatikan hal ini, aku yakin bersama-sama kita bisa menuntaskan masalah kelaparan di dunia," tegasnya.


Terlepas dari sikap arogannya di dalam dan di luar lapangan, Ibra masih memiliki sisi humanisnya. 
#Zlatan Ibrahimovic



"Ini menakjubkan. Ada perasaan yang campur aduk. Saya rasa saya akan merindukan Barca lebih daripada Barca akan merindukan saya."
#Xavi Hernandez


Setelah membuat sebuah rekor baru di akhir pekan, kiper Juventus Gianluigi Buffon langsung menorehkan sebuah surat terbuka nan menyentuh. Buat siapa? Kiper veteran berusia 38 tahun tersebut kini tercatat sebagai penjaga gawang dengan clean sheet terpanjang di Serie A. Buffon membukukan rekor itu dalam kemenangan Juve atas Torino pada akhir pekan. Dalam pertandingan tersebut, Buffon resmi mengawal gawangnya tidak kebobolan selama 973 menit yang menjadi rekor baru Serie A melewati 929 menit clean sheet dari Sebastiano Rossi.


Setelah memecahkan rekor tersebut, salah satu yang dilakukan Buffon adalah menuliskan untaian kata bak surat cinta. Ia menujukannya untuk gawang yang selama ini setia ia jaga. Berikut tuturan Buffon seperti dikutip Telegraph:

"Usiaku 12 ketika aku mulai memalingkan wajahku darimu, melupakan masa lalu demi memberimu jaminan di masa depan. Aku sudah bertindak menurut kata hati. Aku telah bertindak dengan naluri. Tapi di hari ketika aku berhenti menatapmu juga menjadi hari aku mulai mencintaimu.

Untuk melindungimu, demi menjadi pelindungmu yang pertama dan terakhir, aku sudah berjanji pada diri sendiri agar tidak lagi sering-sering melihat wajahmu. Atau aku akan melakukannya sejarang mungkin. Setiap kali melihatmu rasanya menyakitkan; membalikkan tubuhku dan menyadari bahwa aku sudah mengecewakanmu. Lagi. Dan lagi.

Kita selalu berada pada dua titik berbeda tapi kita saling melengkapi, seperti mentari dan rembulan. Terpaksa hidup berdampingan tanpa bisa saling lama-lama bersentuhan. Lebih dari 25 tahun lalu aku sudah membuat ikrar; aku bersumpah melindungimu. Menjagamu. Menjadi perisai dari seluruh musuhmu. Aku selalu memikirkan kepentinganmu, meletakkannya di atas kepentinganku sendiri.

Usiaku 12 ketika aku mulai memunggungi gawang. Dan aku akan terus melakukannya selama kaki, kepala, dan hatiku masih mampu."
#Gianluigi Buffon




Usai mencetak gol, gelandang 23 tahun itu langsung berlari ke arah tribun penonton, melompati pagar pembatas, lalu menaiki anak tangga untuk menuju ke salah satu deretan kursi. Florenzi lantas menghampiri dan memeluk seorang perempuan paruh baya, yang ternyata adalah neneknya. Perempuan 82 tahun itu tampak cukup terharu, apalagi itulah kali pertama ia datang ke stadion.
#Florenzi





Photo by: George Salpigtidis
Chile mengalahkan Australia 3-1. Namun, momen terbaik justru terjadi sebelum laga dimulai. Saat para pemain kedua tim keluar bersama anak-anak maskot dan berbaris untuk mendengarkan lagu kebangsaan, gelandang Australia Mark Bresciano menyadari bahwa sebelah sepatu anak maskotnya tidak terikat. Anak laki-laki itu ditopang dengan tongkat penyangga. Lalu Bresciano membantunya, dia berlutut kemudian mengikatkan tali sepatu anak tersebut.
#Mark Bresciano

"Terima kasih semuanya. Kalian tidak tahu bagaimana emosionalnya saya sekarang ini. Untuk mengatakan Anda semua fantastis tidak cukup. Saya ingin berterima kasih kepada semua yang telah dekat dengan saya setiap saat," kata Zanetti bergelinang air mata seperti dilansir Football Italia.

"Satu-satunya keinginan saya adalah membela dan menghormati jersey Inter di manapun di seluruh dunia ini. Saya belajar untuk menyukainya dan saya meminta Anda untuk mencintai klub ini. Sama seperti saya yang akan mencintai Inter selamanya."

"Saya ingin berterima kasih kepada istri saya Paula dan keluarga saya yang luar biasa. Kami semua bangkit bersama-sama. Ayah saya, yang berada di depan televisi di Argentina sekarang dan tidak ingin datang ke sini."

"Saya berterima kasih kepada ibu saya di Surga yang tentu bahagia karena saya sekarang. Saya berterima kasih kepada keluarga Moratti, yang selama bertahun-tahun ini telah menunjukkan kepercayan kepada saya."

"Saya berterima kasih kepada Presiden Thohir , yang memungkinkan saya untuk terus dalam keluarga Inter. Ini selalu mimpi saya."

"Saya berterima kasih kepada seluruh rekan satu tim saya yang fantastis sepanjang musim yang kami lalui setiap tahun. Merekamenunjukkan begitu banyak rasa hormat dan kasih sayang."

"Saya senang untuk karier yang indah ini memakai jersey ini yang benar-benar saya cintai. Sekarang saya harus melakukan sesuatu yang lain. Saya tidak tahu apakah saya akan melakukannya dengan baik. Tetapi saya bisa mengatakan bahwa saya akan membela Inter, seperti cara saya membelanya di lapangan."

"Terima kasih karena telah mencintaiku. Saya benar-benar mencintai kalian."
 #Javier Zanetti









"Ketika kamu (berbicara tentang pemain MU) pulang ke ibumu, kamu harus memastikan bahwa ibumu bertemu dengan anak yang sama yang ia kirim padaku. Ketenaran dan tenar tak boleh mengubahmu, karena itu akan membuat ibumu kecewa."
#Sir Alex Ferguson

Tidak ada komentar:

Posting Komentar